11 Tempat Bersejarah Di Semarang

Pada zaman penjajahan Belanda, Semarang menjadi kota administrasi. Banyak bangunan megah gaya Eropa yang berdiri di pusat kota. Tak heran jika saat ini banyak dijumpai tempat bersejarah di Semarang yang dapat dijadikan referensi tempat liburan.

Daftar Tempat Bersejarah Di Semarang

1. Kota Lama Semarang

Kota Lama Semarang

Kota lama ini menyuguhkan bangunan berarsitrektur Eropa. Bangunan peninggalan Belanda ini, menyimpan banyak cerita menarik. Di sekitar kota tersebut dijumpai adanya kanal-kanal air sehingga dijuluki Little Netherland. 

2. Masjid Besar Kauman 

Masjid ini merupakan masjid terbesar di Semarang yang berada di jalan alun-alun barat nomor 11 Semarang. Sebagian dari masjid tersebut terletak di jalan kauman. Masjid ini didirikan oleh Kyai Adipati Surohadimenggola II.

3. Gedung Marabunta

Ciri khas dari bangunan ini adalah terdapat patung semut raksasa di atap. Dahulu gedung tersebut dipakai masyarakat Eropa untuk menampilkan pentas seni drama, tari dan musik. Bangunan tersebut memiliki gaya bangunan lengkung busur dan kolom langsing yang terletak di auditorium. 

Pada awal kemerdekaan, gedung ini tidak lagi dipakai untuk gedung pertunjukan karena digunakan untuk yayasan Empat Lima. Yayasan itu anggotanya adalah almarhum mantan presiden Suharto dan Supardjo.

4. Lawang Sewu

Lawang sewu termasuk bangunan kuno peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1904.  Awalnya gedung tersebut dipakai sebagai kantor pusat perusahaan kereta api Belanda.  Gedung tersebut merupakan karya arsitek Belanda, yaitu Prof. Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag. 

Filosofi penamaan lawang sewu berdasarkan jumlah pintu yang banyak di bangunan tersebut. Bangunan utama terdiri tiga lantai  yang memiliki dua sayap. Struktur bangunannya menggunakan gaya arsitektur Belanda.

5. Gereja Gereformeerd

Gereja ini merupakan bangunan peninggalan Belanda yang memiliki kapasitas sampai 400 orang. Gereja yang dibangun pada 27 Oktober 1918 ini terletak di jalan Dr. Sutomo sebelah selatan Rumah Sakit Kariardi. Dahulu, gereja ini juga digunakan oleh Belanda maupun suku Jawa, Ambon, Manado dan Tionghoa. 

6. Gereja Blenduk 

Gereja yang terletak di jalan Letjend Suprapto nomor 32 ini dibangun pada tahun 1753. Gereja ini bergaya Neo-klasik, bentuknya menonjol dan terdiri atas 3 bagian. Di sekitar gereja banyak dijumpai bangunan peninggalan Belanda. Hingga kini gereja tersebut masih berfungsi sebagai tempat beribadah setiap minggu.

7. Gedung Marba

Gedung Marba

Gedung ini terletak di Jalan Let. Jend. Suprapto nomor 33 Semarang. Gedung ini didirikan pada pertengahan abad XIX oleh orang Yaman bernama Marta Badjunet. Atas jasanya, maka gedung tersebut diberi nama MARBA yang merupakan singkatan namanya.

Awalnya gedung dipakai untuk kantor usaha pelayaran, ekspedisi muatan kapal laut dan toko modern. Namun, sayangnya hingga kini gedung tersebut telah beralih fungsi menjadi gudang.

8. Gedung Keuangan Negara Semarang

Awalnya, gedung ini bernama Het Groote Huis. Kini gedung tersebut berfungsi sebagai balai kota, kantor polisi, kantor karesidenan, kantor pos dan keuangan serta pengadilan untuk masyarakat Eropa.

Namun, karena gedung tersebut mengalami kebakaran pada tahun 1954 maka gedung tersebut dibangun kembali dan difungsikan sebagai gedung keuangan negara.

9. Masjid Layur Kampung Melayu

Bangunan masjid tua di Semarang ini mengandung banyak unsur lokal. Hingga kini bangunan masih kokoh dan digunakan sebagai tempat beribadah warga setempat.  Masjid tersebut diberi nama Kampung Melayu karena pada tahun 1734 sebagian besar penghuninya adalah orang melayu. 

Di kampung Melayu ada tempat mendarat kapal barang. Hal ini memicu banyak orang untuk tinggal di sana. Selain itu, orang Arab mulai menempati kampung tersebut dan memberikan pengaruh kuat terhadap pengembangan masjid. Selain itu, orang Arab juga menentang pembangunan klenteng oleh masyarakat Cina.

10. Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas

Mercusuar ini dibangun pada tahun 1884. Pembangunan ini berhubungan dengan pengembangan pelabuhan untuk ekspor hasil bumi pemerintah kolonial.

Pada akhir abad 19, Pulau Jawa kaya akan hasil gula dan mendapat peringkat 2 di dunia. Oleh karena itu, gudang di pelabuhan diperbaiki, salah satunya di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Pemerintah juga mendirikan mercusuar di beberapa tempat di Jawa.

Mercusuar adalah menara yang memiliki sumber cahaya di puncak, fungsinya sebagai navigasi kapal. Kini navigasi kapal laut menggunakan GPS. Mercusuar berfungsi sebagai penanda daerah yang berbahaya. 

11. Toko Oen Restaurant

Toko Oen

Di Indonesia, toko ini adalah restoran tertua yang menyajikan masakan Indonesia, Chinese food dan Belanda. Dulu, pemilik restoran ini adalah orang Inggris, yaitu Grillroom. Namun, tahun 1936 dibeli oleh Oen Tjoe Hok dan diteruskan oleh Oen Liem Hwa.

Kini, restoran tersebut dapat dijumpai di berbagai kota besar di Jawa, salah satunya Semarang.  Kini, bangunan tersebut dipakai untuk restoran sekaligus toko roti.

Banyak sekali tempat bersejarah di Semarang yang masih berdiri kokoh. Masing-masing memiliki ciri khas dan menyimpan banyak cerita. Beberapa bangunan menjadi saksi bisu perjuangan masyarakat pribumi dalam melawan penjajah.

Rekomendasi Tempat Wisata Bogor Asyik yang Cocok Kamu Jadikan Destinasi Liburan

Rekomendasi Tempat Wisata Bogor Asyik yang Cocok Kamu Jadikan Destinasi Liburan. Kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat ini memang tidak ada matin...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel