Ingin Mahir Arung Jeram? Yuk Ketahui Teknik Dasar Rafting Berikut Ini!

Salah satu olahraga yang paling paling menantang adrenalin, tapi selalu banyak penggemar adalah rafting alias arung jeram. Jenis olahraga yang berlokasi di perairan berarus deras ini memang banyak penggemarnya, tapi tak sedikit pula yang enggan mencoba karena mempertimbangkan aspek keselamatan, serta masih tidak menangkap manfaat baik dari olahraga tersebut.

Sebagai informasi, olahraga rafting alias arung jeram bukan hanya sekadar obyek uji nyali atau ajang sok jagoan. Lebih jauh, terdapat persiapan dan teknik dasar olahraga rafting yang membutuhkan skill yang bisa dilatih. Gerakan-gerakan pada olahraga arung jeram ketika mengendalikan arus aliran sungai juga efektif membakar kalori, membuat tubuh jadi luwes serta pada akhirnya Anda akan menjadi lebih sehat dan bugar.

Meski begitu, pada artikel kali ini kami tak akan membahas secara spesifik tentang manfaat olahraga arung jeram. Sebagai gantinya, kami ingin berfokus pada pembahasan tentang persiapan dan teknik dasar olahraga rafting. Dengan mengetahuinya, para pembaca diharapkan akan semakin berwawasan, serta tidak lagi menganggap rafting sebagai olahraga yang rumit dan sulit.

Arung Jeram

Mari kita simak uraian tentang persiapan dan teknik dasar olahraga rafting dalam uraian berikut ini:

1. Persiapan Kondisi tubuh

Persiapan pertama sebelum Anda menjalankan teknik dasar olahraga rafting adalah memastikan tubuh tidak dalam kondisi sakit. Tubuh yang sehat dan bugar akan membuat Anda lebih luwes dalam mengikuti instruksi yang diberikan. Anda juga harus menjelaskan tentang usia Anda. Sebagai informasi, tidak semua usia bisa bermain arung jeram. Setidaknya Anda harus berusia lebih dari enam tahun, baru boleh menjadi peserta rafting.

2. Persiapan Pakaian

Persiapan kedua sebelum mengetahui teknik dasar olahraga rafting yakni, Anda disarankan untuk memakai celana pendek atau panjang yang berbahan kaus katun. Pakaian jenis ini akan membuat pergerakan jadi tak terhambat serta tentu saja nyaman.

Untuk alas kaki, Anda tidak perlu pakai seppatu. Lebih baik Anda mengenakan sendal yang nyaman. Tapi sendalnya pun jangan sendal jepit. Pilihlah sendal gunung yang secara apik mengikat hingga pergelangan kaki. Dengan begitu, risiko kehilangan sendal akibat terbawa arus air bisa diminimalisir.

3. Perangkat Arung Jeram

Selanjutnya, Anda juga harus memastikan kelengkapan perangkat arung jeram sebelum Anda menjalankan teknik dasar olahraga rafting. Adapun perlengkapan wajub arung jeram di antaranya helm pelindung dan jaket pelampung. Pastikan bahwa alat-alat tersebut pas di badan, tidak terlalu longgar maupun terlalu sempit.

Anda tidak perlu memiliki atau membawa sendiri peralatan arung jeram dari rumah. Sebab, ketika Anda berkunjung ke lokasi arung jeram, Anda akan bisa menyewanya dengan terlebih dahulu menghubungi operator atau pelatih di tempat tersebut. Meski begitu, bagi Anda yang memang hobi dan sering melakukan olahraga ini, tidak ada salahnya untuk memiliki perangkat rafting Anda sendiri.

4. Pemanasan Sebelum Beraksi

Jangan membuat tubuh Anda “kaget” sehingga mengabaikan aspek pemanasan. Ini merupakan teknik dasar olahraga rafting yang bisa Anda lakukan sebelum benar-benar terjun ke sungai berarus deras. Bentuk pemanasan yang bisa dilakukan yakni dengan berposisi duduk di tepi perahu karet.

Kami menegaskan, ketika pemanasan, Anda harus duduk di tepi, bukan di tengah ataupun di dasar perahu. Posisi di tepi akan membuat Anda beradaptasi dalam mengatur keseimbangan. Meski begitu, ketika masuk pelaksanaan rafting, posisi duduk akan diatur lagi berdasarkan berat tubuh dan usia.

Setelah duduk di tepi perahu, jepitlah kaki Anda di bagian dasar perahu. Di sana terdapat kantung khusus untuk menyimpan kaki agar tidak mudah terjengkang. Lakukanlah pemanasan dengan memutar dan menggerakkan dayung. Pemanasan sejatinya akan membuat Anda terhindar dari risiko kram ketika arung jeram dilaksanakan.

5. Teknik Dasar Olahraga Rafting Pada Dayung

Dayung untuk rafting kebanyakan berupa sebilah papan. Ketika Anda duduk di sebelah kanan, genggamlah ujung dayung yang berbentuk “T” dengan telapak tangan kanan. Sementara itu, tangan sebelah kiri bisa menggenggam tongkat dayung yang ada tengah-tengah. Ketika posisi duduk Anda di sebelah kiri, Anda hanya perlu melakukan hal yang sebaliknya.

6. Teknik Mengayuh dalam Teknik Dasar Olahraga Rafting

Dayung harus dikayuh dalam satu koordinasi. Biasanya dalam satu tim rafting, ada satu instruktur yang bertugas memberi aba-aba. Dialah yang bertanggung jawab terhadap kelancaran perjalanan tim dalam mengendalikan arus sungai. Ia pula yang bertugas memberi instruksi agar perahu tidak terguling.

Instruktur tak bisa bekerja sendirian. Ia harus memiliki tim yang solid, di mana Anda dan anggota tim lainnya mengikuti aba-aba yang diberikan dengan disiplin. Adapun instruksi yang kerap dipakai misalnya kata-kata seperti “Maju”, “Mundur”, “kanan maju”, “kanan mundur”, “kiri maju”, “kiri mundur”, “Stop”, “Pindah kanan” dan “Pindah kiri”.

a. Instruksi “Maju” berarti Anda harus mengayuh dayung kea rah dalam sehingga perahu jadi maju. Sementara instruksi “mundur” berarti Anda harus kompak mengayuh ke arah sebaliknya.

b. Instruksi “Kanan” dan “Kiri” merupakan kata tambahan ketika diperlukan. Ini dimaksudkan untuk menentukan arah agar perjalanan jadi lancar tanpa perlu terantuk batu. Sebagai contoh, instruksi “kanan maju” artinya orang yang duduk di sebelah kanan harus mengayuh maju dayungnya, sementara yang duduk di sebelah kiri mengayuh dayung ke arah mundur.

c. Instruksi lainnya yakni kata “stop” di mana semua tim harus mengangkat dayung ke udara, alias berhenti mengayuh dayung.

d. Instruksi selanjutnya yakni “Pindah Kanan” dan “Pindah Kiri”. Bila instruktur menyebut “Pindah Kanan”, maka pendayung di sebelah kiri harus segera pindah ke sisi kanan perahu, sementara pendayung di sebelah kanan tetap di posisinya. Untuk instruksi sebaliknya, “Pindah Kiri”, maka Anda harus melakukan yang sebaliknya di mana orang sebelah kiri pindah ke kanan, sementara yang duduk di sebelah kanan tetap pada posisinya.

e. Instruksi “Boom” digunakan untuk menghindari jeram. Ketika instruksi ini keluar, tim harus segera mengangkat dayung, kemudian badan merunduk ke dalam perahu sembari berpegangan pada perahu. Ini untuk mencegah perahu terbalik dan tim tidak terlempar dari perahu.

Demikianlah informasi seputar Teknik Dasar Olahraga Rafting. Olahraga ini cukup menantang dan menyenangkan, bukan?! Jangan cuma penasaran. Yuk segera rasakan keseruan arung jeram!

Rekomendasi Tempat Wisata Bogor Asyik yang Cocok Kamu Jadikan Destinasi Liburan

Rekomendasi Tempat Wisata Bogor Asyik yang Cocok Kamu Jadikan Destinasi Liburan. Kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat ini memang tidak ada matin...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel